Buah Maja seringkali dikira atau bahkan dianggap sama saja dengan buah berenuk, padahal keduanya merupakan buah dari jenis tanaman yang berbeda. Apa saja kesamaan dan perbedaannya? Yuk baca sampai tuntas tulisan ini biar kamu tahu apa saja kesamaan dan perbedaannya.
Kesamaan Buah Maja dan Berenuk


Seperti nampak pada gambar di atas, buah Maja memang memiliki kesamaan atau kemiripan dengan buah berenuk yang sama-sama berbentuk bulat. Kemiripan inilah yang mungkin membuat banyak orang yang mengira bahwa buah Maja itu sama dengan buah berenuk. Selain itu keduanya sama-sama bukan tanaman asli Indonesia.
Perbedaan Maja dan Berenuk
Secara ilmiah perbedaan kedua jenis tanaman ini adalah sebagai berikut:
KLASIFIKASI | MAJA | BERENUK |
---|---|---|
Family | Rutaceae | Bignoniaceae |
Genus | Aegle | Crescentia |
Spesies | Aegle Marmelos | Crescentia cujete |
Selain itu ada banyak perbedaan lainnya dari buah Maja dan Berenuk, yaitu sebagai berikut:
ITEM | MAJA | BERENUK |
---|---|---|
Asal | India | Amerika Tropis |
Penanaman | Biji | Stek |
Rasa Matang | Manis | Pahit |
Warna Matang | Kuning | Hijau |
Di tempat asalnya Pohon Maja dapat ditemukan hingga ketinggian 1200 meter di atas permukaan laut dan mampu bertahan pada suhu ekstrim mulai -7 °C pada musim dinggin hingga suhu 49°C pada musim panas.
Sejarah Majapahit
Seperti diketahui, buah Maja memang sangat erat kaitannya dengan sejarah kerajaan Majapahit. Lalu apakah benar nama kerajaan Majapahit berasal dari buah Maja yang rasanya pahit? Begini penjelasannya.
Berdasarkan catatan sejarah, pada waktu Raden Wijaya membuka tanah Tarik, dibantu oleh Adipati Sumenep Aria Wiraraja, para pekerja kehausan dan memetik buah maja, lalu memakannya. Karena buah maja itu berasa pahit, maka kerajaan itu pun disebut Majapahit.
Karena maja bernuk baru ada di Jawa setelah dibawa Bangsa Potugis dan Belanda, paling capat pada abad XVI, tidak mungkin tumbuhan ini yang menjadi asal usul nama Majapahit.
Maja yang tumbuh di Tanah Tarik yang menjadi Kerajaan Majapahit, pasti maja bael, bukan maja berenuk. Tidak jelas, mengapa maja bael yang seharusnya berasa manis itu diceritakan berasa pahit.
Buah berenuk memang berasa pahit, bahkan beracun hingga daging buahnya merupakan bahan pestisida nabati. Tanaman ini diperbanyak dengan setek cabang, dan akan berbuah pada umur 3 tahun setelah tanam. Tumbuhan Berenuk sering ditanam sebagai pagar, pohon peneduh dan elemen taman, karena keindahan tajuk beserta buahnya.
Kandungan Buah Maja
Dikutip dari situs hellosehat.com berikut zat gizi yang ada dalam 100 gram buah.
- Air: 61,5 gram (g).
- Protein: 2,62 g.
- Lemak: 0,39 g.
- Karbohidrat: 31,8 g.
- Abu: 1,7 g.
- Karotenoid: 55 g.
- Vitamin B1: 0,13 miligram (mg).
- Vitamin B2: 1,19 mg.
- Vitamin B3: 1,1 g.
- Vitamin C: 60 mg.
- Asam tartrat: 2,11 mg.
Buah ini mengandung vitamin A, kalsium, dan fosfor. Selain itu buah manis ini juga mengandung fitonutrien atau senyawa khas tanaman, seperti furocoumarins, marmelosin, tannin, cineol, citronellal, dan limonene.
Manfaat Untuk Kesehatan
Berdasarkan zat gizi di atas, berikut potensi manfaat yang bisa didapatkan
1. Mengatasi disentri
Ekstrak buah ini membantu melawan bakteri penyebab disentri, yaitu Shigella dysenteriae. Bakteri ini menyebabkan Anda diare, demam, dan sakit perut.
Kandungan lektin pada ekstrak ini bisa melapisi usus dan melindunginya dari infeksi bakteri. Jadi, risiko diare akibat infeksi pun berkurang.
2. Melawan infeksi kulit
Studi terbitan Asian Pacific Journal of Tropical Disease (2014) menemukan bahwa ekstrak buah, daun, dan akarnya berpotensi melawan jamur dan bakteri yang bisa menginfeksi kulit, seperti Staphylococcus aureus.
Khasiat buah maja ini berasal dari berbagai kandungan fitonutriennya.
Meski begitu, khasiat ini masih harus diteliti lebih lanjut. Pasalnya, para ahli baru mengujinya di laboratorium, bukan pada manusia.
3. Mengurangi risiko tukak pencernaan
Tukak adalah kondisi luka pada dinding saluran pencernaan, biasanya sering ditemukan pada lambung.
Nah, ekstrak biji di dalam buah ini pun membantu mengurangi cairan lambung dan keasamannya. Diketahui, keduanya bisa mengiritasi lambung dan membentuk tukak.
Kandungan quercetin pada buah ini mempercepat penyembuhan luka di lambung. Quercetin juga bersifat antioksidan sehingga bisa melindungi saluran pencernaan dari paparan radikal bebas.
Perlu diingat, penelitian ini baru diuji pada hewan, bukan pada manusia.
4. Menurunkan risiko kanker
Buah maja mengandung senyawa yang bersifat antioksidan, di antaranya marmelosin, nitric oxide, dan 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH).
Antioksidan membantu menangkal radikal bebas yang bisa merusak sel-sel tubuh dan menyebabkan kanker.
Kandungan marmelosin juga mengurangi risiko kerusakan sel yang berlangsung dari waktu ke waktu dan menjadi salah satu faktor risiko kanker.
Perlu diingat, buah ini bukanlah obat kanker dan penelitian baru dilakukan pada laboratorium, bukan pada pasien yang mengonsumsi buah maja.
5. Mengontrol gula darah
Buah ini mengandung quercetin yang menghambat proses pembentukan gula di dalam tubuh. Jadi, gula darah pun tidak melonjak naik.
Selain itu, buah ini juga mengandung berbagai jenis antioksidan, seperti marmelide, tanin, riboflavin, aegeline, beta-karoten, lupeol, eugenol.
Berbagai kandungan tersebut mencegah radikal bebas yang bisa mengganggu sel pankreas. Jadi, sel ini bisa menghasilkan insulin dengan baik.
Lagi-lagi, berbagai penelitian yang ada baru melihat potensi manfaat di laboratorium, bukan pada manusia.
Nah itulah sekilas info tentang buah Maja dan buah Berenuk, semoga tulisan ini bermanfaat setidaknya untuk menambah wawasan Anda. Untuk anda yang sedang mencari rumah idaman yang lokasinya strategis dengan prospek yang menjanjikan, yuk survey lokasi dan beli rumah di Permata Mutiara Maja.
Sekali lagi jangan lupa ya, Maja itu manis tidak seperti buah Berenuk yang pahit dan getir.